Jenis – Jenis Kata

Diposting pada

Kelas Nomina (Kata Benda)

Nomina, bahasawan menyebutnya kata benda merupakan kata yang mengacu pada suatu benda (baik konkret maupun abstrak). Kata benda harus dikenali karena akan berperan sebagai subjek, objek, keterangan dan pelengkap dalam kalimat.
Untuk membedakan jenis atau kelas kata benda, dapat mengujinya dengan cara berikut:
  • Aturan I menambahkan kata “yang + kata sifat” diletakkan setelah kata yang diuji.
  • Aruran II menambahkan kata “yang sangat + kata sifat” diletakkan setelah kata yang diuji.
Kata-kata seperti pohon, buku, kekasih, orangpengetahuan dan pikiran termasuk sebagai nomina (kata benda) karena bisa diikuti oleh kedua kombinasi di atas. Berikut contoh petunjuk menentukan suatu kata yang tergolong kelas nomina dengan menggunakan pembuktian di atas.
pohon + yang besar (menguji dengan aturan I)
buku + yang sangat murah (menguji dengan aturan II)
kekasih + yang setia (menguji dengan aturan I)
orang + yang sangat baik (menguji dengan aturan II)
pengetahuan + yang luas (menguji dengan aturan I)
pikiran + yang sangat cemerlang (menguji dengan aturan II)
Selain kata-kata tentang benda yang sudah nyata-nyata berasal dari nama suatu benda, terdapat dua macam jenis kata lain yang juga termasuk nomina (kata benda), yaitu promina kata ganti (promina) dan numeralia (kata bilangan). Promina (kata ganti) merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda lain. Sedangkan numeralia merupakan kata yang digunakan untuk menghitung jumlah orang, barang atau binatang.

Contoh promina tunggal persona pertama  : aku, saya, beta, daku, -ku
Contoh promina tunggal persona kedua : kamu, engkau, anda, kau, -mu, dikau
Contoh promina tunggal persona ketiga  : dia, ia, beliau, -nya
Contoh promina jamak persona pertama : kami, kita
Contoh promina jamak persona kedua : kalian, anda sekalian, kamu sekalian
Contoh promina jamak persona ketiga : mereka


Kelas Verba (Kata Kerja)

Verba, bahasawan menyebutnya kata kerja merupakan kata yang menyatakan tindakan, keadaan dan proses yang bukan termasuk kata sifat. Pada umumnya kata kerja berperan sebagai predikat dalam kalimat. Kita dapat mengetahui suatu kata tergolong kata kerja dengan mengujinya dengan metode berikut:
  • Aturan I, Menambahkan kata “dengan + kata benda” diletakkan setelah kata yang diuji.
  • Aturan II, Menambahkan “dengan + kata sifat” diletakkan setelah kata yang diuji.
Kata-kata seperti bersih, tulis, pergi, tangkap, bicara, lihat, aduk, berpergian, berbicara, usap, melihat termasuk kata kerja (verba) karena ketika digabung dengan format kedua kontruksi penguji di atas akan memunculkan makna yang jelas. Perhatikanlah penggabungan kata-kata berikut ini.
Membersihkan + dengan sapu (menguji dengan aturan I)
Tulis + dengan spidol (menguji dengan aturan I)
menulis + dengan lambat (menguji dengan aturan II)
Pergi + dengan kakak (menguji dengan aturan I)
berpergian + dengan senang (menguji dengan aturan II)
Bicara + dengan guru (menguji dengan aturan I)
berbicara + dengan lancar (menguji dengan aturan II)
Lihat + dengan penglihatan (menguji dengan aturan I)
Tangkap + dengan tangan (menguji dengan aturan I)
Aduk + dengan sendok (menguji dengan aturan I)
Contoh tesebut di atas menunjukkan bentuk verba ada dua jenis yaitu :
  • Verba asal, yaitu verba (kata kerja) yang bisa berdiri sendiri pada suatu kalimat tanpa afiks (imbuhan)
  • Verba turunan yaitu verba (kata kerja) dengan memakai afiks.



Kelas Adjektiva (Kata Sifat)

Adjektiva, bahasawan menyebutnya kata sifat adalah kata yang menunjukkan sifat, watak, keadaaan, tabiat seseorang, suatu benda atau binatang. Di dalam sebuah kalimat, sifat kata umumnya berperan untuk memperjelas subjek, perdikat, serta objek. Berdasarkan bentuknya kata sifat atau ajektiva dibedakan menjadi dua macam, meliputi kata sifat atau ajektiva berbentuk tunggal dan ajektiva berimbuhan.
Ajektiva berbentuk tunggal meiliki ciri-ciri berikut :
  • ajektiva berbentuk tunggal, terdapat keterangan pembanding seperti kurang, lebih, dan paling. Misalnya kurang bagus, lebih baik, paling pintar.
  • Ajekitva berbentuk tunggal bisa ditambah keterangan penguat seperti amat, sangat, benar, teralu berat, sedikit sekali.
  • Ajektiva berbentuk tunggal bisa diingkari menggunakan kata tidak seperti tidak sehat, tidak benar.
Berdasarkan karakteristik kata sifat di atas, kata-kata yang dikelompokkan ke dalam kelas kata sifat diantaranya baik, indah, maha, sedikit, pandai, senang, berat, benar, sehat, luas
Ajektiva berbentuk tunggal bisa dihimpun dan dipilah ke dalam 5 kelompok, meliputi :
  • Situasi / Keadaan; misalnya aman, kacau, tenang, gawat
  • Warna; misalnya hijau, ungu, biru, merah,
  • Ukuran; misalnya ringan, berat, tinggi, besar,
  • Perasaan; misalnya sedih, malu, bahagia, heran.
  • Indra / Cerapan; misalnya manis, harum, terang, jelas
Mayoritas ajektiva berimbuhan (afiks) dibentuk dengan prefiks, sufiks, infiks, konfiks yang diserap dari bahasa Arab dan bahasa Inggris dan bahasa asing lain yang produktif dalam bahasa Indonesia, seperti sufiks -i, –al, -iah, -ik, -if, is, –iw, -er. Selain sufiks tersebut, terdapat dua kombinasi afiks yang juga membentuk ajektiva yaitu konfiks se- + -nya dan ke- + -an, tetapi bentuk dasarnya harus mengalami pengulangan atau reduplikasi.

Kelas Kata Partikel

Kata partikel berarti unsur kecil pada suatu benda. Kata partikel berfungsi membentuk kalimat pertanyaan, kalimat pernyataan dan kalimat perintah. Kata partikel meliputi –kah, –tah dan –lah yang digunakan dalam kalimat pernyataan dan kalimat perintah serta –pun yang hanya digunakan dalam kalimat pernyataan.
Kah : apakah, kemanakah, bagaimanakah.
Lah : apalah, pergilah, ambilah.
Tah : apatah, siapatah.
Pun : kilah pun, apa pun, siapa pun.
Sebuah “Kata” sengaja dibentuk untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bayangkan saja jika tidak ada penggagas aksara bahkan “kata”, kesulitan mengungkapkan maksud hati akan susah. Semoga artikel jenis jenis kata dalam bahasa Indonesia ini memperkaya wawasan anda.

Kelas Kata Interjeksi

Interjeksi, bahasawan menyebutnya kata seru merupakan kata yang dapat digunakan untuk mengungkapkan seruan perasaan meliputi rasa kagum, heran, sedih dan jijik. Kata seru digunakan dalam kalimat pernyataan atau kalimat perintah.
Contoh kata interjeksi :
ayo, raih ilmu sebanyak mungkin.
aduh, kakiku sakit sekali.
ih, bau sekali hewan itu.
sial, buru-buru naik motor gurunya tidak masuk.
astaga, dia tidak jadi belajar malah keluyuran.
wah, rejekinya mengalir begitu deras.

Kata merupakan satuan paling besar dari morfologi, sekaligus satuan paling kecil dalam sintaksis. Dimana ilmu morfologi berarti ilmu tentang bentuk kata, sedangkan sintaksis berarti ilmu tentang tata kalimat

Berdasarkan definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adalah unsur bahasa yang dituliskan atau diucapkan yang merupakan manifestasi kesatuan perasaan dan pikiran serta digunakan dalam berbahasa. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *